Wikipedia

Hasil penelusuran

Kamis, 31 Oktober 2013

Uang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Uang dalam ilmu ekonomi tradisional didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat diterima secara umum. Alat tukar itu dapat berupa benda apapun yang dapat diterima oleh setiap orang dimasyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa. Dalam ilmu ekonomi modern, uang didefinisikan sebagai sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran hutang.Beberapa ahli juga menyebutkan fungsi uang sebagai alat penunda pembayaran.
Keberadaan uang menyediakan alternatif transaksi yang lebih mudah daripada barter yang lebih kompleks, tidak efisien, dan kurang cocok digunakan dalam sistem ekonomi modern karena membutuhkan orang yang memiliki keinginan yang sama untuk melakukan pertukaran dan juga kesulitan dalam penentuan nilai. Efisiensi yang didapatkan dengan menggunakan uang pada akhirnya akan mendorong perdagangan dan pembagian tenaga kerja yang kemudian akan meningkatkan produktifitas dan kemakmuran.
Pada awalnya di Indonesia, uang —dalam hal ini uang kartal— diterbitkan oleh pemerintah Republik Indonesia. Namun sejak dikeluarkannya UU No. 13 tahun 1968 pasal 26 ayat 1, hak pemerintah untuk mencetak uang dicabut. Pemerintah kemudian menetapkan Bank Sentral, Bank Indonesia, sebagai satu-satunya lembaga yang berhak menciptakan uang kartal. Hak untuk menciptakan uang itu disebut dengan hak oktroi.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Uang yang kita kenal sekarang ini telah mengalami proses perkembangan yang panjang. Pada mulanya, masyarakat belum mengenal pertukaran karena setiap orang berusaha memenuhi kebutuhannnya dengan usaha sendiri. Manusia berburu jika ia lapar, membuat pakaian sendiri dari bahan-bahan yang sederhana, mencari buah-buahan untuk konsumsi sendiri; singkatnya, apa yang diperolehnya itulah yang dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhannya. Perkembangan selanjutnya mengahadapkan manusia pada kenyataan bahwa apa yang diproduksi sendiri ternyata tidak cukup untuk memenuhui seluruh kebutuhannya. Untuk memperoleh barang-barang yang tidak dapat dihasilkan sendiri, mereka mencari orang yang mau menukarkan barang yang dimiliki dengan barang lain yang dibutuhkan olehnya. Akibatnya muncullah sistem'barter'yaitu barang yang ditukar dengan barang. Namun pada akhirnya, banyak kesulitan-kesulitan yang dirasakan dengan sistem ini. Di antaranya adalah kesulitan untuk menemukan orang yang mempunyai barang yang diinginkan dan juga mau menukarkan barang yang dimilikinya serta kesulitan untuk memperoleh barang yang dapat dipertukarkan satu sama lainnya dengan nilai pertukaran yang seimbang atau hampir sama nilainya. Untuk mengatasinya, mulailah timbul pikiran-pikiran untuk menggunakan benda-benda tertentu untuk digunakan sebagai alat tukar. Benda-benda yang ditetapkan sebagai alat pertukaran itu adalah benda-benda yang diterima oleh umum (generally accepted) benda-benda yang dipilih bernilai tinggi (sukar diperoleh atau memiliki nilai magis dan mistik), atau benda-benda yang merupakan kebutuhan primer sehari-hari; misalnya garam yang oleh orang Romawi digunakan sebagai alat tukar maupun sebagai alat pembayaran upah. Pengaruh orang Romawi tersebut masih terlihat sampai sekarang: orang Inggris menyebut upah sebagaisalary yang berasal dari bahasa Latin salarium yang berarti garam.
Barang-barang yang dianggap indah dan bernilai, seperti kerang ini, pernah dijadikan sebagai alat tukar sebelummanusia menemukan uang logam.
Meskipun alat tukar sudah ada, kesulitan dalam pertukaran tetap ada. Kesulitan-kesulitan itu antara lain karena benda-benda yang dijadikan alat tukar belum mempunyai pecahan sehingga penentuan nilai uang, penyimpanan (storage), dan pengangkutan (transportation) menjadi sulit dilakukan serta timbul pula kesulitan akibat kurangnya daya tahan benda-benda tersebut sehingga mudah hancur atau tidak tahan lama. Kemudian muncul apa yang dinamakan dengan uang logam. Logam dipilih sebagai alat tukar karena memiliki nilai yang tinggi sehingga digemari umum, tahan lama dan tidak mudah rusak, mudah dipecah tanpa mengurangi nilai, dan mudah dipindah-pindahkan. Logam yang dijadikan alat tukar karena memenuhi syarat-syarat tersebut adalahemas dan perak. Uang logam emas dan perak juga disebut sebagai uang penuh (full bodied money). Artinya, nilai intrinsik (nilai bahan) uang sama dengan nilai nominalnya (nilai yang tercantum pada mata uang tersebut). Pada saat itu, setiap orang berhak menempa uang, melebur, menjual atau memakainya, dan mempunyai hak tidak terbatas dalam menyimpan uang logam. Sejalan dengan perkembangan perekonomian, timbul suatu anggapan kesulitan ketika perkembangan tukar-menukar yang harus dilayani dengan uang logam bertambah sementara jumlah logam mulia (emas dan perak) sangat terbatas. Penggunaan uang logam juga sulit dilakukan untuk transaksi dalam jumlah besar sehingga diciptakanlah uang kertas Mula-mula uang kertas yang beredar merupakan bukti-bukti pemilikan emas dan perak sebagai alat/perantara untuk melakukan transaksi. Dengan kata lain, uang kertas yang beredar pada saat itu merupakan uang yang dijamin 100% dengan emas atau perak yang disimpan di pandai emas atau perak dan sewaktu-waktu dapat ditukarkan penuh dengan jaminannya. Pada perkembangan selanjutnya, masyarakat tidak lagi menggunakan emas (secara langsung) sebagai alat pertukaran. Sebagai gantinya, mereka menjadikan 'kertas-bukti' tersebut sebagai alat tukar.

Fungsi[sunting | sunting sumber]

Secara umum, uang memiliki fungsi sebagai perantara untuk pertukaran barang dengan barang, juga untuk menghindarkan perdagangan dengan cara barter. Secara lebih rinci, fungsi uang dibedakan menjadi dua yaitu fungsi asli dan fungsi turunan.

Fungsi asli[sunting | sunting sumber]

Fungsi asli uang ada tiga, yaitu sebagai alat tukar, sebagai satuan hitung, dan sebagai penyimpan nilai.
  • Uang berfungsi sebagai alat tukar atau medium of exchange yang dapat mempermudah pertukaran. Orang yang akan melakukan pertukaran tidak perlu menukarkan dengan barang, tetapi cukup menggunakan uang sebagai alat tukar. Kesulitan-kesulitan pertukaran dengan cara barter dapat diatasi dengan pertukaran uang.
  • Uang juga berfungsi sebagai satuan hitung (unit of account) karena uang dapat digunakan untuk menunjukan nilai berbagai macam barang/jasa yang diperjualbelikan, menunjukkan besarnya kekayaan, dan menghitung besar kecilnya pinjaman. Uang juga dipakai untuk menentukan harga barang/jasa (alat penunjuk harga). Sebagai alat satuan hitung, uang berperan untuk memperlancar pertukaran.
  • Selain itu, uang berfungsi sebagai alat penyimpan nilai (valuta) karena dapat digunakan untuk mengalihkan daya beli dari masa sekarang ke masa mendatang. Ketika seorang penjual saat ini menerima sejumlah uang sebagai pembayaran atas barang dan jasa yang dijualnya, maka ia dapat menyimpan uang tersebut untuk digunakan membeli barang dan jasa di masa mendatang.

Fungsi Turunan[sunting | sunting sumber]

Selain ketiga hal di atas, uang juga memiliki fungsi lain yang disebut sebagai fungsi turunan. Fungsi turunan itu antara lain:
  • Uang sebagai alat pembayaran yang sah
Kebutuhan manusia akan barang dan jasa yang semakin bertambah dan beragam tidak dapat dipenuhi melalui cara tukar-menukar atau barter. Guna mempermudah dalam mendapatkan barang dan jasa yang diperlukan, manusia memerlukan alat pembayaran yang dapat diterima semua orang, yaitu uang.
  • Uang sebagai alat pembayaran utang
Uang dapat digunakan untuk mengukur pembayaran pada masa yang akan datang.
  • Uang sebagai alat penimbun kekayaan
Sebagian orang biasanya tidak menghabiskan semua uang yang dimilikinya untuk keperluan konsumsi. Ada sebagian uang yang disisihkan dan ditabung untuk keperluan di masa datang.
  • Uang sebagai alat pemindah kekayaan
Seseorang yang hendak pindah dari suatu tempat ke tempat lain dapat memindahkan kekayaannya yang berupa tanah dan bangunan rumah ke dalam bentuk uang dengan cara menjualnya. Di tempat yang baru dia dapat membeli rumah yang baru dengan menggunakan uang hasil penjualan rumah yang lama.
  • Uang sebagai alat pendorong kegiatan ekonomi
Apabila nilai uang stabil orang lebih bergairah dalam melakukan investasi. Dengan adanya kegiatan investasi, kegiatan ekonomi akan semakin meningkat.

Syarat-syarat[sunting | sunting sumber]

Suatu benda dapat dijadikan sebagai "uang" jika benda tersebut telah memenuhi syarat-syarat tertentu. Pertama, benda itu harus diterima secara umum (acceptability). Agar dapat diakui sebagai alat tukar umum suatu benda harus memiliki nilai tinggi atau —setidaknya— dijamin keberadaannya oleh pemerintah yang berkuasa. Bahan yang dijadikan uang juga harus tahan lama (durability), kualitasnya cenderung sama (uniformity), jumlahnya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat serta tidak mudah dipalsukan (scarcity). Uang juga harus mudah dibawa, portable, dan mudah dibagi tanpa mengurangi nilai (divisibility), serta memiliki nilai yang cenderung stabil dari waktu ke waktu (stability of value).

Jenis[sunting | sunting sumber]

Uang rupiah
Uang yang beredar dalam masyarakat dapat dibedakan dalam dua jenis, yaitu uang kartal (sering pula disebut sebagai common money) dan uang giral. Uang kartal adalah alat bayar yang sah dan wajib digunakan oleh masyarakat dalam melakukan transaksi jual-beli sehari-hari. Sedangkan yang dimaksud dengan uang giral adalah uang yang dimiliki masyarakat dalam bentuk simpanan (deposito) yang dapat ditarik sesuai kebutuhan. Uang ini hanya beredar di kalangan tertentu saja, sehingga masyarakat mempunyai hak untuk menolak jika ia tidak mau barang atau jasa yang diberikannya dibayar dengan uang ini. Untuk menarik uang giral, orang menggunakan cek.

Menurut bahan pembuatannya[sunting | sunting sumber]

Dinar dan Dirham, dua contoh mata uang logam.
Uang menurut bahan pembuatannya terbagi menjadi dua, yaitu uang logam dan uang kertas.
  • Uang logam
Uang logam adalah uang yang terbuat dari logam; biasanya dari emas atau perak karena kedua logam itu memiliki nilai yang cenderung tinggi dan stabil, bentuknya mudah dikenali, sifatnya yang tidak mudah hancur, tahan lama, dan dapat dibagi menjadi satuan yang lebih kecil tanpa mengurangi nilai. Uang logam memiliki tiga macam nilai:
  1. Nilai intrinsik, yaitu nilai bahan untuk membuat mata uang, misalnya berapa nilai emas dan perak yang digunakan untuk mata uang.
  2. Nilai nominal, yaitu nilai yang tercantum pada mata uang atau cap harga yang tertera pada mata uang. Misalnya seratus rupiah (Rp. 100,00), atau lima ratus rupiah (Rp. 500,00).
  3. Nilai tukar, nilai tukar adalah kemampuan uang untuk dapat ditukarkan dengan suatu barang (daya beli uang). Misalnya uang Rp. 500,00 hanya dapat ditukarkan dengan sebuah permen, sedangkan Rp. 10.000,00 dapat ditukarkan dengan semangkuk bakso).
Ketika pertama kali digunakan, uang emas dan uang perak dinilai berdasarkan nilai intrinsiknya, yaitu kadar dan berat logam yang terkandung di dalamnya; semakin besar kandungan emas atau perak di dalamnya, semakin tinggi nilainya. Tapi saat ini, uang logam tidak dinilai dari berat emasnya, namun dari nilai nominalnya. Nilai nominal adalah nilai yang tercantum atau tertulis di mata uang tersebut.
  • Uang kertas
Sementara itu, yang dimaksud dengan uang kertas adalah uang yang terbuat dari kertas dengan gambar dan cap tertentu dan merupakan alat pembayaran yang sah. Menurut penjelasan UU No. 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia, yang dimaksud dengan uang kertas adalah uang dalam bentuk lembaran yang terbuat dari bahan kertas atau bahan lainnya (yang menyerupai kertas).

Menurut nilainya[sunting | sunting sumber]

Menurut nilainya, uang dibedakan menjadi uang penuh (full bodied money) dan uang tanda (token money)
  • Uang Penuh (full bodied money)
Nilai uang dikatakan sebagai uang penuh apabila nilai yang tertera di atas uang tersebut sama nilainya dengan bahan yang digunakan. Dengan kata lain, nilai nominal yang tercantum sama dengan nilai intrinsik yang terkandung dalam uang tersebut. Jika uang itu terbuat dari emas, maka nilai uang itu sama dengan nilai emas yang dikandungnya.
  • Uang Tanda (token money)
Sedangkan yang dimaksud dengan uang tanda adalah apabila nilai yang tertera diatas uang lebih tinggi dari nilai bahan yang digunakan untuk membuat uang atau dengan kata lain nilai nominal lebih besar dari nilai intrinsik uang tersebut. Misalnya, untuk membuat uang Rp1.000,00 pemerintah mengeluarkan biaya Rp750,00.

Teori nilai uang[sunting | sunting sumber]

Teori nilai uang membahas masalah-masalah keuangan yang berkaitan dengan nilai uang. Nilai uang menjadi perhatian para ekonom, karena tinggi atau rendahnya nilai uang sangat berpengaruh terhadap kegiatan ekonomi. Hal ini terbukti dengan banyaknya teori uang yang disampaikan oleh beberapa ahli. Teori uang terdiri atas dua teori, yaitu teori uang statis dan teori uang dinamis.

Teori uang statis[sunting | sunting sumber]

Teori Uang Statis atau disebut juga "teori kualitatif statis" bertujuan untuk menjawab pertanyaan: apakah sebenarnya uang? Dan mengapa uang itu ada harganya? Mengapa uang itu sampai beredar? Teori ini disebut statis karena tidak mempersoalkan perubahan nilai yang diakibatkan oleh perkembangan ekonomi. Yang termasuk teori uang statis adalah:
  • Teori Metalisme (Intrinsik) oleh KMAPP
Uang bersifat seperti barang, nilainya tidak dibuat-buat, melainkan sama dengan nilai logam yang dijadikan uang itu. Contoh: uang emas dan uang perak.
Teori ini menyatakan bahwa uang dibentuk atas dasar pemufakatan masyarakat untuk mempermudah pertukaran.
  • Teori Nominalisme
Uang diterima berdasarkan nilai daya belinya.
  • Teori Negara
Asal mula uang karena negara, apabila negara menetapkan apa yang menjadi alat tukar dan alat bayar maka timbullah uang. Jadi uang bernilai karena adanya kepastian dari negara berupa undang-undang pembayaran yang disahkan.

Teori uang dinamis[sunting | sunting sumber]

Teori ini mempersoalkan sebab terjadinya perubahan dalam nilai uang. Teori dinamis antara lain:
Teori ini menyatakan bahwa kuat atau lemahnya nilai uang sangat tergantung pada jumlah uang yang beredar. Apabila jumlah uang berubah menjadi dua kali lipat, maka nilai uang akan menurun menjadi setengah dari semula, dan juga sebaliknya.
Teori yang telah dikemukakan David Ricardo disempurnakan lagi oleh Irving Fisher dengan memasukan unsur kecepatan peredaran uang, barang dan jasa sebagai faktor yang memengaruhi nilai uang.
  • Teori Persediaan Kas
Teori ini dilihat dari jumlah uang yang tidak dibelikan barang-barang.
  • Teori Ongkos Produksi
Teori ini menyatakan nilai uang dalam peredaran yang berasal dari logam dan uang itu dapat dipandang sebagai barang.

Uang dalam ekonomi[sunting | sunting sumber]

Uang adalah salah satu topik utama dalam pembelajaran ekonomi dan finansial. Monetarisme adalah sebuah teori ekonomi yang kebanyakan membahas tentang permintaan dan penawaran uang. Sebelum tahun 80-an, masalah stabilitas permintaan uang menjadi bahasan utama karya-karya Milton Friedman, Anna Schwartz, David Laidler, dan lainnya.
Kebijakan moneter bertujuan untuk mengatur persediaan uang, inflasi, dan bunga yang kemudian akan memengaruhi output dan ketenagakerjaan. Inflasi adalah turunnya nilai sebuah mata uangdalam jangka waktu tertentu dan dapat menyebabkan bertambahnya persediaan uang secara berlebihan. Interest rate, biaya yang timbul ketika meminjam uang, adalah salah satu alat penting untuk mengontrol inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Bank sentral seringkali diberi tanggung jawab untuk mengawasi dan mengontrol persediaan uang, interest rate, dan perbankan.
Krisis moneter dapat menyebabkan efek yang besar terhadap perekonomian, terutama jika krisis tersebut menyebabkan kegagalan moneter dan turunnya nilai mata uang secara berlebihan yang menyebabkan orang lebih memilih barter sebagai cara bertransaksi. Ini pernah terjadi di Rusia, sebagai contoh, pada masa keruntuhan Uni Soviet.

Maldini Pali: Sayap Lincah yang Tak Egois

Maldini Pali (kiri/nomor 15). (ANTARA/Ismar Patrizki)

Ditulis oleh: Sirajudin Hasbi


Maldini Pali merupakan putra Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar). Kini dia menjadi pemuda paling diidolakan sekaligus menjadi panutan bagi pemuda Mamuju maupun Sulbar secara keseluruhan. Prestasinya bersama timnas U-19 saat Piala AFF U-19 dan Pra Piala Asia (PPA) U-19 telah memberi kebanggaan bagi masyarakat Sulbar dan Indonesia.

Bermain sebagai penyerang sayap kanan, Maldini mampu menunjukkan permainan terbaiknya di setiap laga. Meskipun tidak selalu bermain sejak menit awal tetapi kontribusi Maldini bagi tim sangat besar ketika dimainkan.

Saat Piala AFF U-19 lalu dirinya pernah bermain sebagai pemain inti maupun pemain pengganti. Dia bisa memberikan kontribusi yang sama baiknya. Indra Sjafri memang nampaknya sengaja untuk menyimpannya lebih dahulu dan baru memainkannya ketika serangan mulai buntu atau pertahanan lawan mulai kelelahan. Maldini yang memiliki pace dan kecepatan gocek bola tentu akan menyulitkan lawan untuk menjaganya.

Representasi Keunggulan Pesepakbola Indonesia  


Bisa dibilang apa yang dimiliki oleh Maldini Pali merupakan kekhasan dari kekuatan pesepakbola Indonesia. Sejak era Tony Pogacnik melatih Indonesia di dekade 1950-an, bisa dikatakan kekuatan khas sepak bola Indonesia terletak pada lari jarak pendek di sisi sayap disertai dengan dribble bola yang bagus. Dan Maldini memiliki semua hal untuk menjadi pemain sayap yang ditakuti lawan.

Maldini Pali memiliki kecepatan. Mungkin kecepatan larinya bisa dibandingkan dengan penyerang Indonesia lainnya yang lebih senior seperti Andik Vermansyah, maupun Okto Maniani. Bedanya dengan dua pemain yang lebih senior tersebut adalah Maldini tidak terlalu egois ketika membawa bola dibuktikan dengan umpannya yang lebih baik kepada rekannya serta memiliki kemampuan umpan silang yang cukup baik. Saat laga melawan Korsel, Maldini melepaskan empat umpan silang dimana dua diantaranya berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh rekannya (data @labbola).

Untuk teknik membawa bolanya sudah tidak diragukan lagi. Maldini yang mulai belajar bermain sepak bola di SSB Manakarra ini sangat lihai dalam membawa bola dan mengelabui pertahanan lawan.

Dalam pertandingan menghadapi Korea Selatan sangat jelas kontribusi besar dari Maldini Pali. Dia memberi assist untuk gol kedua Indonesia yang dicetak oleh Evan Dimas. Dia juga memberi key passuntuk gol ketiga Indonesia. Prosesnya mirip. Evan memberi bola kepada Maldini yang lantas menusuk pertahanan Korsel lalu memberi umpan diagonal mendatar. Bedanya di gol kedua bola langsung diterima Evan Dimas sementara gol ketiga melalui bantuan sentuhan dari Muchlis.

Kedua gol itu menunjukkan kemampuan besar Maldini Pali. Sebagai penyerang sayap dia punya tugas melayani sang penyelesai, yang di timnas U-19 bisa Muchlis maupun Evan Dimas. Maldini yang punya kemampuan dribbling bagus ini membuat pertahanan Korsel longgar. Dia mampu melewati 2-3 pemain. Shim Jehyoek dan Seol Taesu yang seharusnya berperan sebagai gelandang bertahan dan menutup pergerakan Evan Dimas jadi harus mendukung bek kiri Korsel yang kerepotan menjaga Maldini sehingga ketika Maldini dijaga 2 atau 3 orang, Evan Dimas bisa lebih leluasa untuk menciptakan ruang bagi dirinya guna melepaskan tembakan.

Untuk meningkatkan kemampuannya, salah satu yang perlu benar-benar dilatih oleh Maldini adalah penyelesaian akhir. Akurasi tendangan ke gawang dan menyelesaikan peluangnya masih kurang jika dibandingkan Evan Dimas, Muchlis maupun Ilham Udin.

Terkait dengan kerjasama apiknya bersama dengan Evan Dimas selama Piala AFF U-19 dan PPA U-19 ini, Maldini menegaskan bahwa dirinya sudah sehati dengan Evan Dimas. Wajar saja karena keduanya sudah bermain bersama sejak usia mereka baru 15 tahun. Chemistry antar keduanya sudah terbentuk dengan baik sehingga sama-sama saling mengetahui kebiasaan masing-masing. Maldini tahu harus memberi umpan kemana dan seperti apa karena sudah hapal betul dengan gaya main dari Evan Dimas.

Perjalanan Karir Maldini Pali 

Maldini Pali mungkin tidak terlahir dari keluarga yang kaya raya, tetapi dia pantas bersyukur tumbuh dalam keluarga yang sangat mencintai sepak bola. Orang tuanya, Pangloli Pali dan Esti Tambing merupakan penggemar berat sepak bola.

Namanya diambil dari legenda AC Milan, Paolo Maldini. Bahkan sempat diperkirakan saat dalam kandungan Maldini Pali memiliki saudara kembar. Ketika tahu akan punya anak kembar, kedua orang tuanya menyiapkan nama Mancini Pali. Tetapi, ternyata Maldini tidak terlahir sebagai anak kembar.

Orang tuanya bekerja sebagai pegawai rendahan di Biro Hukum kantor Gubernur Sulbar. Dia memiliki dua adik yaitu Delvi Aditia dan David Peprigo. Keluarganya sederhana, tapi beruntung bagi Maldini dia memperoleh dukungan penuh dari keluarga untuk mengembangkan bakat sepak bolanya.

Saat SMA, Maldini pindah sekolah ke SMA Ragunan di Jakarta untuk mengembangkan bakat sepak bolanya. Dia lalu lolos dalam rekrutmen pemain Indonesia Football Academy (IFA). Maldini bahkan menjadi salah satu dari tiga pemain Indonesia yang sempat berlatih di Leicester City, Inggris, selama tiga bulan.

Namun, semuanya tidak berjalan mulus. Sepulangnya ke Indonesia, IFA dibubarkan. Tetapi Maldini Pali tidak patah semangat. Dia tetap giat berlatih sembari bersekolah. Akhirnya titik terang kembali datang saat dirinya terpilih masuk Sociedad Anonima Deportiva (SAD) yang berlatih dan berkompetisi di Uruguay.

Berkat peningkatan kemampuannya, Maldini terpilih masuk timnas Indonesia U-17 dan U-19. Maldini turut mengantarkan Indonesia menjuarai Piala AFF U-19 setelah mengalahkan Vietnam dalam drama adu penalti yang berkesudahan 7-6 untuk Garuda Muda. Pengagum Lionel Messi ini pun berkontribusi penting dalam PPA U-19.

Menginspirasi Kegairahan Olahraga di Mamuju 


Pemilik nomor punggung 15 ini tidak hanya berhenti di situ. Maldini mampu memberi inspirasi terhadap bergairahnya sepak bola di Mamuju, Sulbar.

Pemuda bertinggi 168cm ini diberi hadiah rumah mewah seharga Rp680 juta dari gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh. Menurut Adnan, rumah yang berada di Perumahan Mutiara Gading, Mamuju itu diberikan setelah dirinya berkonsultasi dengan wakil gubernur, sekda dan pimpinan DPRD Sulbar.

Tidak hanya itu, ke depan Pemprov dan DPRD Sulbar untuk APBD 2014 akan mengalokasikan dana guna membeli lahan dua hektar untuk kampung atlet berprestasi nasional dan internasional. Pemda Sulbar pun akan lebih memikirkan olahraga untuk prestasi ke depannya. Mamuju dan Sulbar secara keseluruhan yang selama ini kurang bergairah di bidang olahraga pun seketiga bergairah berkat prestasi yang ditorehkan oleh Maldini Pali.

Prestasi Maldini pun turut menggairahkan sepak bola Mamuju. Persemaju, klub asal Mamuju hingga kini masih berkutat di Divisi I. Alhasil masyarakat di Mamuju dan daerah lain Sulawesi Barat lebih dekat dengan PSM Makassar. Sulawesi Barat sendiri merupakan pemekaran dari provinsi Sulawesi Selatan pada 2004 lalu.

Selama libur Maldini berlatih bersama rekan-rekannya di SSB Manakarra, Sulbar. Dia mengikuti setiap arahan dari pelatih Manakarra, M. Irfan Rahman, seperti latihan tanpa bola untuk melatih reaksi kecepatan, melompat, gerak tipu dengan dan tanpa bola, serta penyelesaian akhir. M. Irfan Rahman merupakan pelatih sejak Maldini belum genap 12 tahun. Semenjak kehadiran Maldini, latihan SSB Manakarra pun lebih lama satu jam. Jika sebelumnya dimulai pukul 3 sore maka sekarang pukul 2, anak-anak sudah berkumpul. Ini berkat Maldini yang memotivasi anak-anak SSB Manakarra untuk lebih giat berlatih demi perkembangan yang lebih baik.

Maldini dan Timnas U-19 memang telah menjadi motivasi baru bahwa masih ada yang bisa dibanggakan dari Indonesia. Negeri yang sedang mengalami keterpurukan di segala lini kehidupannya. Semoga kegairahan untuk maju di bidang olahraga ini bisa terus bertahan dan benar-benar menghasilkan banyak prestasi.